Friday, December 15, 2006

Well3x, another world business..

Rasanya belum pernah kutulis bahwa aku memiliki bakat dalam "dunia lain" ya ? (maksudnya gaib).
Memang biasanya aku tidak terlalu menggubris tentang bakatku yang satu ini. Yang pasti, memang dari dulu, kadang aku bisa merasakan makhluk2 gaib yang ada di sebuah tempat, tidak bisa melihat langsung sih (katanya harus latihan, dan aku males banget lakuinnya), tapi citra mereka bisa tergambar di benak kalau kebetulan siklus energiku sedang berada dalam kondisi "sensitif". Kadang juga aku bisa berdialog dengan mereka melalui semacam "mimpi", yang aku tahu bahwa ini bukan mimpi. bisa dibilang sebuah "lounge" khusus dalam benak, dimana makhluk gaib yang punya "urusan" denganku bisa "menggunakan" lounge tersebut untuk mencoba berdialog denganku. Sounds creepy? as a matter of fact, not at all if you used to it since you were child.

Nah, tulisan satu ini, untuk mencatat saja, biar aku ngga lupa, bahwa hari ini, aku kebingungan gara-gara "bakat"ku yang satu ini.
kenapa ?

Karena malam ini,baru saja ada seseorang masuk "lounge"ku, berpakaian putih bersih, berjanggut pendek, dengan wajah khas seseorang yang banyak pengalaman, bermata tajam dan jernih. Beliau memperkenalkan diri, kemudian menjabat tanganku dan kemudian berkata "peran 8erz, (sebenarnya dia menyelipkan sebuah gelar sebelum namaku, tapi rasanya aneh kalau ditulis disini) sebentar lagi diperlukan, saya maphum kalau 8erz tidak mau berurusan dengan dunia gaib, tapi bagaimanapun setiap manusia adalah bagian dari gaib. kalau 8erz tidak mau belajar gaib, maka gaib akan mengajari 8erz tanpa diminta. Saya kesini sekarang untuk memberitahu perihal ini, agar 8erz tidak kaget saat gaib mengajarkan sesuatu pada 8erz nanti, semata-mata untuk membekali 8erz di kemudian hari nanti."
Kemudian beliau berkata "alif" dan menghilang.

Respon pertamaku setelah "keluar"dari lounge, kira-kira sama dengan pikiran teman2 yang membaca blog ini sekarang --> "What the hell is he talking about", tentu saja mungkin "he" nya berbeda objek. :)

Okay, now i'm confused, i don't know any single detail, but suddenly i'm "trapped" in responsibility ??
kalau aku boleh jujur, "this is suck".
Dalam kondisiku, yang memang sudah sadar bahwa aku punya bakat seperti ini dari dulu, aku tidak bisa tidak percaya sepenuhnya.
huff.... apa ga cukup yah masalah di dunia nyata ? masih ditambah urusan di "dunia lain" ini ?

Yah... kita liat aja nanti kelanjutan ceritanya sama-sama..
(BTW, mungkin ada asiknya kalau aku ceritain seperti cerita fiksi aja yah ? ) :P


8'erz 2006

Monday, December 11, 2006

Life...

Kemarin pagi, aku menemani ibuku berziarah ke makam kakek, dalam rangka sekalian "memberitahu" bahwa dia akan pergi haji ke mekkah.
Kemarin sore, aku mendengar seorang temanku yang masuk rumah sakit karena kemungkinan flu burung.
Hari ini, ibuku ulang tahun, dan beliau dengan santai menyadari bahwa dia sudah cukup tua.
Satu jam yang lalu, aku mendapat telepon dari salah seorang teman cewekku yang isinya tangisan karena dia baru diputusin ( dia nelpon aku cuma buat nangis...serius deh...) :)

Sesaat yang lalu, kejadian-kejadian dua hari ini berkelebat dalam pikiranku dan kemudian tanpa sadar bibirku menyunggingkan senyum sambil bergumam "Life....."
....

Kalau hidup memang fana
Dimana semua di dunia ini memiliki akhir
Maka nilai sesungguhnya dalam hidup
Adalah bagaimana menikmati
Dan menempatkan segala sesuatunya
Dengan benar dan tepat
Saat proses hidup itu berjalan

Jika segala sesuatu punya ujung
Dan hanya sekedar titipan Allah
Dan sewaktu-waktu bisa Dia ambil kembali
Maka sudah sewajarnya
Seorang manusia memanfaatkan dengan sebaik-baiknya
Kesempatan-kesempatan yang diberikan oleh-Nya
Dan mensyukuri dengan sepenuhnya
Saat sesuatu yang berharga dititipkan oleh-Nya

Hidup...adalah proses...kesempatan...sebuah titipan....dan memiliki akhir.

Monday, December 04, 2006

What is on their mind ?

Seorang temanku, bertanya padaku, saat aku sedang asyik memperhatikan mobil dan motor yang berlalu lalang di jalan raya sambil minum susu murni di sebuah "kafe susu murni".
"Nah ," ujarnya," seperti biasanya, kamu suka terlihat bengong saat menatap mobil lalu lalang seperti ini 8erz.Terus senyum sendiri, mengernyitkan alis sendiri, mikirin apa sih ? Hobi ya ?"
Aku menjawab, " Hahaha, bukan hobi kok, banyak yang bisa dilihat dari orang-orang yang berlalu lalang di jalan raya sih. makannya kadang menarik juga untuk memperhatikan jalan raya dan bersenang-senang dengan tebakan-tebakan yang muncul di otakku sendiri."

"maksudnya ?" tanya dia lagi, sambil menyeruput susu murni rasa apelnya.
"well," sahutku, " coba lihat itu," kataku sambil sedikit menunjuk," supir angkot itu sedang ngetem sambil merokok dan dengan santai mengobrol dengan temannya di depan, sementara di belakangnya ada satu penumpang yang duduk paling belakang dekat kaca yang dari tadi terus-terusan melihat jam tangannya. Si supir pasti pasti tidak akan memajukan mobilnya sebelum penuh, dan dengan lagak tidak peduli dia santai ngobrol dengan temannya. Sementara si penumpang tadi mungkin sedang sedikit terburu-buru, gelisah, tapi juga ngga berani bicara, sehingga pelampiasannya paling memaki-maki dalam hati sambil terus-terusan melihat jam tangannya." paparku sambil tersenyum.

Temanku memperhatikan sebentar, kemudian menyahut, " hmm, si supir pasti ngetem begitu untuk ngejar setoran, kalau dia berangkat padahal baru ada 5 penumpang di angkotnya, dia rugi laah. Kalau memang penumpang itu terburu-buru, harusnya dia keluar aja cari angkot lain. "
"Lucunya, dari tadi dia tidak keluar-keluar." kataku
"Kenapa ya ? " tanya temanku.
"Aku ngga tahu. Banyak kemungkinanya " jawabku.

Sementara itu, sesaat kemudian ada sebuah motor yang lewat di depan ku dan temanku dengan kecepatan cukup tinggi.
"Hahaha, kebelet kali dia." Ujar temanku.
"Mungkin," kataku, " tapi mungkin juga ada kerabatnya yang masuk rumah sakit, atau pacarnya sedang marah menunggu di rumah karena dia terlambat." lanjutku.
"Atau memang hobi ngebut di jalan aja." kata temanku.
kita berdua tersenyum snediri.

Beberapa saat kemudian kami saling berdiam diri sambil menikmati susu murni masing-masing dengan menatap jalan.

"Asyik juga, " ujar temanku memecah kesunyian. " Tiap orang punya tujuan masing-masing. kemudian kita disini dengan iseng menebak-nebak tujuan mereka." Lanjutnya.
Aku meregangkan otot lenganku, lalu berkata ," yaah, coba aja kamu bayangkan, setiap hari, ada ribuan orang yang lewat di jalan ini, masing-masing dengan tujuannya sendiri. Ada yang kekantor, ada yang mau ke pasar, ada yang karena janjian ketemu, ada yang pulang kerumah, dll. kalau dunia nyata ini dimasukin ke komik, ada berapa "balon bicara" yang keluar dari masing-masing benak orang yang lewat coba ?"

Dia menjawab, "banyak lah, mungkin bisa sampai menutupi langit. "
"Tul, " sahutku, " dan yang hebatnya, ada satu yang tahu semua isi benak orang-orang tersebut. bukan tebakan seperti kita, tapi tahu persis apa isi hati dan otak orang-orang segitu banyaknya. Di setiap jalan raya yang ada di muka bumi ini. Tahu persis konflik di tiap orang dengan tujuannya itu, tahu persis kenapa orang yang ada di angkot itu ngga keluar-keluar juga."
"Hmm..." dia terdiam sebentar ."Allahuakbar." lanjutnya.
"Yep, kalau sudah sampai situ pikirannya, aku jadi merasa amat-amat kecil di hadapan Dia. makannya mungkin terlihat bengong." paparku.

"Sama." celetuknya, " wah gawat, aku ketularan kamu nih 8erz." lanjutnya sambil tertawa.

Thursday, November 09, 2006

Tempus Fugit

Yep, sumber daya terpenting yang dimiliki seorang manusia, sekaligus sumber daya yang paling sering "tidak dianggap" atau disia-siakan...waktu.

U know ?
pada umurku sekarang, ada orang-orang yang sudah memiliki kehidupan mapan, perkerjaan yang diimpikan. and what am i ?

Laki-laki seumuranku, harusnya sedang giat-giatnya memiliki sebuah hobi menantang adrenalin seperti berski salju di alpen sana, dengan biaya dari kantong sendiri. And yet, aku masih disini, di depan sebuah komputer, tidak tahu apa yang sebaiknya kukerjakan dan akhirnya menulis di blog ini. And still...time flies....tempus fugit... sigh.

Sunday, October 22, 2006

Hati yang baru...

" Siapkan hati yang baru, bukan baju baru"
Begitulah tulisan di spanduk iklan "babe" alias "barang bekas".
Bukan bermaksud mempromosikan salah satu usaha, tapi, aku senang membaca tulisan tersebut yang menurutku bermakna dalam.

Baju membawa penampilan, sementara hati membawa sifat dan karakter. Nggak ada gunanya mengganti penampilan menjadi lebih baru dan berseka, tanpa mengupgrade sifat dan karakter. Tapi saat upgrade sifat dan karakter terjadi, maka penampilan luar akan terlihat lebih baik pula tanpa harus mengganti penampilan ke yang lebih baru dan indah. Dalemnya dulu baru luarnya.

Urusan hati itu bisa dibilang lucu. disebut rumit, memang rumit, kadang, sampai diomongin semalaman pun tidak beres-beres. Namun disebut sederhana, juga sederhana, karena biasanya setelah semalaman bicara dan diskusi tentang urusan hati, ujung-ujungnya selalu mencapai sebuah kesimpulan dan solusi yang amat sederhana dan simple. Misalnya : " do what your heart told you to do." hahahaha, sebuah kalimat pendek yang bisa merangkum semua omongan satu malam suntuk.

Lucunya, aku punya anggapan bahwa hati, pada intinya tidak pernah berubah, berarti, tidak mungkin seorang manusia mengubah hatinya menjadi sesuatu yang lebih "baru". Dari jaman dahulu kala, hati adalah sebuah benda dalam diri manusia yang selalu berbicara tentang kebenaran. Berarti, makna memperbaharui hati adalah...memperbaharui hubungan kita dengan hati kita sendiri, ya kan ?
Karena, berani sumpah, masih sedikit sekali jumlah manusia yang memiliki hubungan baik dengan hatinya sendiri. Mungkin, termasuk aku juga. Padahal, konon, hubungan harmonis dengan hati adalah sumber kebahagiaan.

Di penghujung bulan suci ini, setelah melatih diri untuk membersihkan nafsu, aku berharap, mudah-mudahan hubunganku dengan hatiku sendiri mengalami peningkatan, sebagai salah satu usahaku mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan begitu, aku bisa menikmati seupuasnya makna iedul fitri yang didalamnya tercium aroma kemenangan dalam peperangan melawan diri sendiri, yang notabene, adalah peperangan yang paling berat dan berlangsung seumur hidup.


8erz' 06

Heu heu heu 2

Berani enggak kalian begini ?

Seorang Polantas menghentikan mobil seorang pria yang ngebut dengan
kecepatan tinggi menerobos lampu merah, dan bermaksud menilangnya.

Polantas: “Selamat malam Pak. Tolong lihat SIM-nya”.

Pria : “Wah, nggak ada Pak. SIM saya sudah dicabut gara-gara terlalu
sering ditilang”.

Polantas: (Menyeringai) “Oya .? Kalau begitu, tolong perlihatkan STNK-nya”.

Pria : “Nggak punya Pak. Soalnya ini bukan mobil saya. Ini mobil hasil
curian”.

Polantas: “Mobil curian?”

Pria : “Benar Pak. Tapi, tunggu sebentar. Kalau nggak salah ingat, saya
lihat ada STNK di kotak perkakas di jok belakang waktu saya menyimpan
pistol saya di sana”

Polantas: “Hah …? Ada pistol di kotak perkakas?”

Pria : “Iya Pak. Saya menaruh pistol saya di sana ketika saya selesai
merampok dan membunuh seorang wanita dan menaruh mayatnya di bagasi”.

Polantas: “Ada MAYAT di BAGASI ..?”

Pria : (Dengan muka dingin) “Iya Pak….”.

Mendengar demikian, dengan panik si Polantas menyuruh sang pria untuk
turun sambil menodongkan pistolnya lalu menelepon atasannya yang kemudian
menghubungi Kapolda.

Tidak berapa lama kemudian, mobil itu segera dikepung oleh mobil-mobil
polisi dan Kapolda mendekati si pria sambil memintanya untuk tetap
tenang.

Kapolda: “Boleh saya lihat SIM Anda, Pak ?”

Pria : “Oh, tentu”. (SIM-nya masih berlaku dan resmi)

Kapolda: “Mobil siapa ini ?”

Pria : “Mobil saya Pak. Ini STNK saya”. (Juga masih berlaku)

Kapolda: ” Boleh Anda buka kotak perkakas dengan perlahan dan tunjukkan
kepada saya pistol Anda di sana ?”

Pria : “Tentu saja Pak, tapi tidak ada pistol disana”. (Tentu saja,
memang tidak ada pistol di sana)

Kapolda: “Hmm.. Kalau begitu, boleh tolong buka bagasinya? Saya mendapat
laporan bahwa ada mayat di sana”.

Pria : “Baik Pak …” (Bagasi dibuka dan memang tidak ada mayat di sana.)

Kapolda: “Saya tidak mengerti. Petugas yang menghentikan mobil Bapak
mengatakan bahwa Bapak tidak mempunyai SIM, mencuri mobil ini, punya
pistol di kotak perkakas, habis merampok dan membawa mayat di bagasi”.

Pria : “Oh, begitukah ceritanya .? Saya yakin si pembohong besar itu
juga mengatakan kepada Bapak bahwa saya ngebut melanggar lampu merah .”.

Tuesday, August 22, 2006

Neutral voices.....of me.

Mengertilah...
Walaupun kamu merasa bahwa kamu dan dia,
mungkin bisa mencoba lagi menjalin cerita kasih.
Kemungkinan untuk menciptakan situasi menyakitkan yang sama
seperti saat kamu dulu bersamanya, sangatlah besar

Bagi kalian berdua, jurang yang tercipta alami itu
masih terlalu lebar untuk dilompati,
dan kalian berdua sama-sama tahu itu

Aku tahu, bahwa kalian berdua jelas masih saling menyayangi,
dan pertanyaan-pertanyaan semacam...
kenapa dua insan yang saling menyukai dan menyayangi,
tidak bisa bersama-sama ?
Pasti hinggap di kepalamu ataupun dia.
Namun, kadang, manusia memang harus bisa memilih
sebuah pilihan yang amat sulit.

Aku memang tidak berhak menghakimi perasaanmu ataupun dia.
Seperti kubilang, yang paling tahu tentang perasaan seorang manusia
hanyalah dirinya dan Tuhannya.
Tapi setidaknya, adalah kewajibanku untuk memperingatkanmu
agar berhati-hati dalam memilih sebuah pilihan yang sulit

Syarat utama dalam kondisi seperti itu
adalah berkepala dingin dan tenang.
Sehingga nafsu tidak memiliki tempat untuk ikut-ikutan.
Jika kamu masih belum berkepala dingin,
maka tunggu dan berusahalah mendinginkan kepalamu dulu.
Pada saatnya, petunjuk-petunjuk kebenaran
akan lebih mudah didapatkan.

Aku juga tahu, jika kamu memilih untuk menunggu,
kamu pasti khawatir, ada seseorang lain yang masuk diantara kalian
tapi cobalah lihat hal ini..
Mungkin bisa jadi,
bahwa itu memang yang terbaik untuk kalian berdua ?
Bahwa memang, kasih sayang kalian,
tercipta bukan untuk saling memiliki ?

Kemudian nafsumu akan berteriak,
aku tidak mau menjadi orang yang tersisih,
bagaimana jika orang ketiga itu ada di sisi dia ?
dan aku ditinggalkan sendiri disini, kesakitan dan pedih ?
iya kan ?

Cobalah jangan lihat dari sisi nafsu...
Bukankah inti dari menyayangi dan mengasihi dia,
adalah untuk membuat dan melihat dia bahagia ?
Jika memang dia bisa bahagia dan cocok lahir batin
dengan orang lain itu,
buat apa kamu memaksakan diri untuk selalu memiliki dia ?
Kalau kamu mengaku sayang padanya, buktikanlah

Kalau memang kejadian itu terjadi...
Rasa pedih pasti ada.
Kujamin hal itu seratus persen.
Tapi kalau kamu bisa membaca keseluruhan situasi dengan baik
lalu mampu mengambil hikmahnya,
dan tidak terpengaruh nafsumu,
pedih itu akan hilang lebih cepat dari yang kamu perkirakan

Lagipula, wahai temanku yang baik,
orang tua jaman dulu bilang
jodoh ada ditangan Tuhan.
Kalau sudah bukan jodoh, mau bagaimanapun,
dua insan tidak akan bisa bersatu.
Sebaliknya, kalau sudah jodoh,
mau pisah sejauh apapun, dua insan itu akan bersatu
jika sudah tiba saatnya jodoh itu bertemu

Memang,
harus diakui, masalah jodoh,
adalah salah satu masalah situasi yang tidak bisa dimanipulasi
atau diatur oleh manusia, sepintar apapun dia.
Karena jodoh, termasuk rahasia Dia.
Yang bisa kamu lakukan adalah berusaha sebaik-baiknya
untuk membuat dia bahagia
dan menikmati prosesnya,
sehingga kamupun bisa merasa bahagia dalam usaha membahagiakan dia.
Masalah hasil akhirnya, apakah kalian bersatu lagi atau tidak,
biar kekuatan yang lebih besar yang menentukan.
Hati-hati, aku tidak menganjurkan kamu untuk pasrah yang konyol.
AKu menganjurkan kamu untuk berusaha sebaik-baiknya,
sesuai kata nuranimu, menikmati prosesnya,
sehingga pada akhirnya,
kalaupun hasil yang muncul, tidak sesuai dengan keinginanmu,
kamu tetap masih bisa bersyukur dan bersabar,
karena kamu sudah memberikan usaha terbaikmu.

8erz'06

Monday, August 14, 2006

Apa arti lagu....Somet Version,

"8erz, selera seseorang terhadap satu aliran musik dipengaruhi oleh kebutuhan jiwa mereka yang sebenarnya loh. Kebutuhan melengkapi hal-hal yang kurang dalam hidupnya. Maksudku, jangan heran kalau kamu melihat satu orang yang dalam kehidupan sehari-harinya selalu kalem dan tidak banyak bicara, tapi di komputernya dipenuhi MP3 lagu-lagu keras, rock, metal dsb. "

Begitu kata salah seorang temanku,somet, kira-kira 1 atau 2 bulan yang lalu, waktu itu aku cuma menyimpan perkataannya sebagai wacana saja.
Entah kenapa, kata-kata itu terngiang kembali saat aku melihat dua temanku yang sehari-harinya pendiam tapi sangat menyukai lagu-lagu keras dari "System of Down", "Korn" dll.

Saat aku mengingat-ingat lagi, Di SMU dulu, para "penggila murni" lagu-lagu keras, memang pada kesehariannya orang-orang yang relatif pendiam, ngga teralu banyak bergaul, atau boleh aku sebut introvert. Sementara orang-orang yang lain, kebanyakan ikut-ikutan trend saja. Teman-temanku yang relatif nakal dan liar, memang biasanya memainkan lagu-lagu keras di bandnya, tapi aku bisa melihat bahwa hal itu hanya sekedar untuk melengkapi imej kenakalan dan liar mereka saja, ikut trend, terbukti saat trend musik berganti jadi R&B, para "followers" ini merubah lagu-lagu kesukaan mereka, sementara para "penggila murni" tetap menyukai lagu dari aliran yang keras.

Dari situ aku punya dugaan juga,mungkin ada benarnya hipotesa somet,bahwa lagu itu untuk melengkapi sesuatu yang kurang pada hidup kita ?
Betulkah orang-orang yang introvert itu, menyalurkan rasa pemberontakan mereka dengan memainkan dan mendengarkan lagu-lagu keras karena di keseharian mereka, mereka tidak mampu untuk beringas seperti sifat lagu yang mereka dengarkan ?

Satu gejala yang menarik kemudian membuatku merasa geli, teman-temanku yang memiliki sifat playboy, sebenarnya menyukai lagu-lagu yang bernuansa romansa, cinta dan sejenisnya.
Apa karena mereka pada dasarnya merindukan kehadiran cinta ?? :)

Gejala yang lain adalah, orang-orang yang aktif, banyak kegiatan, pada dasarnya menyukai lagu-lagu yang slow, santai, easy listening daripada lagu hingar bingar. walaupun mereka tidak menolak juga mendengarkan lagu-lagu semacam ini.

Kalau begitu, apa yang kurang dari diriku ya ? berhubung, pada dasarnya aku menyukai lagu-lagu nostalgia jaman 80an dan Jazz dibanding aliran yang lain ?

hahahaha, hipotesa temanku ini, makin hari makin masuk aja nih kedalam kepalaku.


8erz'06

Monday, August 07, 2006

FMTP..

PART I :

" I used to think i just pitied him,
then he died,
And i just realize it is so painful without him,
I love him all the time,
Why didn't i tell him ?
I wanted him to know...
I wished he's the one playing sax
Why didn't I ask ?
My second wish (when there is a falling star) is to be with him..
Why didn't I say it ?
Now I can't....
Can it start all over ?
What's memory for ?
.......
Just one day.....
Give me one more day, can I ??
Please !
Please ! "

PART II :

" I want to tell friends in the air,
Hold what you have,
Now or in the future,
Even if it slips away....
You have no regret of this life "

---------------------------------------------
Ugh, these two parts in "Fly me to polaris" feels so deep.

can't say words,
watch it, and u will understand what i feel.

maybe i will wrote, the essence bout this, later on my next post.

8erz'06

Friday, August 04, 2006

What should we, man, gives to woman ?

Well, earlier in April 2006, i wrote a post with title "unconditional love". (it can be found here : http://eighterz.blogspot.com/2006_04_01_eighterz_archive.html ..btw)
one comment from girl88 makes me interested. she said in the bottom of her comment "Kalo ukuran buat cowo apaan dung,masa cewe doang yang disorotin, sih ?".
To think of it, i must confess that i rarely dwell on "man".
So, since then, i try to gathered what exactly that a girl/woman search from a guy/man.
Here is my conclusion till now :

From man, a woman always looking for :

1. Safety/Secure feeling.
2. Comfort feeling.
3. Cheeriness/fun feeling.
4. Loyalties
5. Maturity
6. Good potential future (not always must a rich guy/man)

Most of my correspondents, said, if they can find a man that has all these 6 things, by their own subjective judgement, they will most probably fall in love with him. The one that they looking for.

A playboy, they said, can give us no 2, and no 3 only and sometimes no 6. i agree with that.
more over, i put loyalties in no 4, becoz most of them also agree that loyalties also depends to them.

correspondents : umm... maybe about 50-60 girl/woman. I also ask questions in some forum on internet, 3 colleges, my mother's friends, my relatives etc. I also used deductive method in a lot of real life cases, and also from girl/woman magazines (someone gnawing that i turned feminine becoz of this).
Timeline : 4 months.
Vision and Mission : nothing, just curious. :)
Pertinence level : don't know, judge by yourself, this is not a paper project btw.Whether you will Believe it or not, i don't truly care.

8erz '06

Wednesday, August 02, 2006

Event on morning

Waktu menunjukkan pukul 11.30, ada sms masuk ke hpku, aku membacanya, Agung dan Devi sedang bercerita tentang perayaan 17 agustus tahun lalu, selesai menjawab sms tersebut dengan tulisan " ya boleh aja, ga masalah kok, aku tunggu, jangan lupa bawa minumnya juga ya ? hehehehe." aku menutup Hp ku  lalu kembali mengetik di Laptop untuk menyusun proposal. Agung mendiktekan beberapa program yang akan diadakan tahun ini, Devi ikut menimpali sambil sesekali menambah detil-detil yang tidak terpikir olehku dan Agung.

"Aku," ucap Devi tiba-tiba, " sedang sangaaat sebal pada pacarku." Lanjutnya.
Aku mendongak, menghentikan pengetikan proposal "17 Agustusan" di laptop, melepas kacamataku lalu mengernyitkan alisku, "Kok ngga keliatan Bete ?" tanyaku.
Dia tersenyum, " Aku pandai menyembunyikan perasaan bete." jawabnya, pendek.
"Lagipula, aku sedang merasa senang juga sih, kumpul bareng kalian sambil ngerjain proposal ini."
Agung angkat bicara," memangnya kenapa dengan si Hasan, Vi ?"
Devi menggeleng," Sebenarnya ngga kenapa-kenapa, dia baik, pengertian, sopan, sempurna lah." ucapnya, dia menghembuskan nafasnya lalu melanjutkan, " kadang terlalu sempurna dan pengertian." ucapnya.

Aku bisa sedikit menangkap arah pembicaraan Devi, aku kenal Hasan dia teman sekomplekku juga, orangnya baik dan ramah, tipe laki-laki yang sudah punya mental yang sudah cukup dewasa, dan rasanya aku tahu kenapa Devi sebal kepadanya, tapi urung bicara ketika Agung terlihat mau bicara lagi. " Lho ? terus apa masalahnya ?" tanyanya heran, kemudian sedikit tergelak," Kalian cewek memang makhluk yang susah untuk dipuaskan." Lanjutnya.
Devi melotot, " Bukan gitu Gung, aku senang dan tenang pacaran dengan dia, kita sama-sama saling percaya satu sama lain, tapi ada saatnya...aku ingin..." Devi terlihat ragu-ragu untuk meneruskan kata-katanya, mencari kata-kata yang tepat untuk meneruskan ucapannya. Aku meneruskan ucapan Devi sambil sedikit menebak," ingin melihat dia cemburu pada kamu ?" ujarku. Devi menoleh padaku, tersenyum kecil, " yaah, itulah.."

"Aku sering cemburu padanya, kalau dia terlihat sedang bicara akrab dengan teman2 perempuannya, walaupun dia sudah menjelaskan padaku kalau mereka cuma teman. Tapi, dia tidak pernah menunjukkan wajah yang bete, kalau aku sedang bicara akrab dengan teman-teman laki-lakiku, tadi aja, waktu aku menelpon dia untuk memberitahu bahwa aku akan bikin proposal bersama kalian di gedung serbaguna komplek, dengan menekankan bahwa aku cuma akan ditemani dua cowok, dia cuma bertanya dengan siapa aja ? Saat aku menjawab dengan nama kalian, dia cuma berkata ooh, ya udah atuh, hati-hati sayang, salam buat mereka yah, dengan suara yang datar dan biasa-biasa aja. Aku kan bingung, karena sebenarnya aku memaksakan diri datang kesini, padahal kita berdua tuh sebenarnya udah punya janji untuk ketemuan siang ini. Aku terkadang ragu dengan sayang dia." urai Devi panjang lebar.

Agung menggeleng-gelengkan kepalanya, " berhenti dong megetes pacarmu kaya gitu, vi, ngga baik lho, laki-laki tuh paling sebel kalau ditantangin cewenya." ujarnya." Lagian apa segitu pentingnya untuk tahu dia cemburu ? lebih penting dari kenyataan bahwa dia memang percaya sama kamu ?" Lanjutnya lagi.
Devi menjawab, " Aku tahu itu, dan itu juga yang bikin aku tambah sebel. Lagian apa salahnya sih kalau dia tadi sedikitnya bertanya, terus gimana dengan acara kita ? gituu, bukan cuma oh okay, hati-hati ya sayang. Kadang ngelintas dalam pikiranku bahwa mungkin dia overconfident, dan ngga percaya kalau aku bisa lepas dari sisi dia. Huh, liat aja nanti. Kapan-kapan kita nonton berdua aja yuk 8erz ??" ucap Devi dengan mata menyipit dan nada menantang.

Aku melirik jam tanganku, 11.50, tersenyum sedikit lalu berkata " Kok jadi nafsu sih, ucapan terakhir kamu, ngga sungguh-sungguh dari hati kan ?" tanyaku.
"Mungkin." jawab Devi pendek. Aku meneruskan ucapanku "Kebetulan, aku belum nonton Miami Vice nih, katanya seru.." Devi melihatku, kemudian berkata lagi," boleh juga tuh, kita nonton yuk 8erz ? kapan ?" tanyanya.
"Sekarang aja, nanti siang setelah makan siang, gimana vi ?" tanyaku sambil menatapnya. Suasana hening sejenak.

Agung mengetuk meja, " Kalian gila. " ujarnya sambil menebar senyum yang sedikit dipaksakan. " Hei...kalian dengar aku kan ?? " tanyanya lagi. Aku menoleh pada Agung, " Aku dengar kok gung, ngga ada salahnya kan mencoba ?" ujarku dengan nada canda. Aku membetulkan sikap dudukku, memasang kembali kacamataku, sambil bersiap mengetik kembali, telingaku tetap bersiaga menunggu reaksi Devi. " Boleh deh 8erz, " sahut devi tiba-tiba," tapi kamu yang bayar ya ?" lanjutnya lagi. "Beres, " jawabku sambil tidak mengalihkan pandanganku dari laptop dan berkata lagi, " sekarang kita lanjutkan lagi sebentar pembuatan proposal ini seberesnya ya ?" ujarku sambil mulai mengetik lagi. "Aku ngga ikutan dalam hal kalian ini ya ?" kata Agung sambil mengangkat bahu, berusaha cuek.

Suasana pembuatan proposal berubah jadi sedikit beraroma tegang, aku tetap santai sambil bertanya pada Agung atau Devi, detil-detil yang perlu aku ketik di proposal. Mereka menjawabnya, namun mereka sendiri tidak lagi saling ngobrol seperti sebelumnya. Sekitar 10 menit berlalu dengan suasana yang sama. Kemudian, sekitar jam 12 lebih 5, Hasan masuk ke ruang gedung serbaguna sambil membawa makanan dan minuman untuk 2 orang. " Hai semua, aku bawain makan siang nih, kok pada serius amat sih ?" tanyanya santai sambil melangkah masuk.

Devi terbengong melihat Hasan datang, sedikit salah tingkah. Agung menepuk pundakku. Aku memutar kursiku menghadap Hasan, " Wah, tepat waktunya San, aku udah lapar nih." ujarku.
Devi masih menatap Hasan yang semakin mendekat, melirik cepat dengan sedikit gelisah padaku. Agung berbisik, " Sialan kamu 8erz, ini permainan kamu lagi ya ?" tanyanya. Aku cuma tersenyum. Sesampai disamping Devi, dia membelai rambut Devi sambil berkata dengan simpatik ," kenapa say ? kok kamu ngelihat aku dengan cara seperti itu ?" tanyanya. "eh, ngga apa-apa kok." jawab Devi cepat. Agung kemudian berkata setelah memeriksa bungkusan yang dibawa Hasan, " kok cuma 2 San ? kita kan bertiga ?" tanyanya. " Oh, aku mau minta izin menculik Devi nih, boleh kan ? Aku mau ngajak dia makan siang diluar, kalian ngga keberatan kan ? " tanya dia.

Aku mengangkat bahu, " Ngga apa-apa kok San, silakan aja, proposal ini hampir beres kok, dan kita berdua aja udah cukup buat ngeberesin." Jawabku. "Kamu mau kan say ?" tanya Hasan sambil memandang Devi. Muka Devi terlihat menarik, bingung bercampur senang bercampur lega bercampur cemas kalau boleh aku gambarkan. Devi melihat ke arahku, aku tersenyum sambil mengangguk. " Eh, ayo deh say, mau makan dimana kita ?" tanyanya sambil berdiri. "Hmm, ikut aja dulu deh, oke, yuk ah 8erz, Gung, aku culik dulu pacarku ini." jawab Hasan sambil mengamit tangan Devi. "Oke pangeran, selamat bersenang-senang." Jawabku, " dan terima kasih atas antaran makanannya." sambungku lagi. Hasan tertawa," jangan lupa buang sampahnya yang bener loh jangan sampai gedung serbaguna ini kotor." ucap Hasan sambil melangkah.

Aku berdiri, mendekati Devi, " Sebentar ya San, "ujarku, lalu berbisik pada Devi ," Dia sayang pada kamu lho, soal cemburu-cemburuan, ngga usah dipikirin deh, tiap laki-laki punya caranya sendiri untuk menunjukkan cemburunya.Liat aja nanti. omongan terakhir kita, anggap ngga pernah terjadi ya, kamu cewek yang baik kok. have fun Vi." bisikku. " Sialan kamu 8erz." ucap Devi singkat. Hasan terlihat penasaran dan sedikit terganggu, "Bisikin apa sih 8erz ?" tanya dia. "Ngasih wasiat supaya jaga diri baik-baik." jawabku dengan nada canda. " Hahaha, emangnya aku bakal ngapain ? ada-ada aja kamu mah." ucap Hasan. Aku memasukkan tanganku ke saku, " Tuh kan ?" tanyaku ke Devi, sambil melirik ke Hasan. Devi tersenyum, kemudian berkata " oke deh, makasih ya teman-teman, aku pergi dulu ya." Devi mengamit tangan Hasan sambil berjalan keluar berdua.

Aku kembali ke tempat duduk, Agung kemudian menjitak kepalaku, " Bilang-bilang kek, kalau dia mau datang." katanya. " Nanti ga rame dong." jawabku. Hasan berkata lagi, "Hehehe, devi bukan tipe cewek yang bisa selingkuh ya ?" ucapnya. " Begitulah,dia anak yang baik, cuma lagi sedikit bingung dan manja aja, nah, sekarang kalau kamu udah lapar, makan duluan aja sana, aku masih kenyang." Ujarku sambil mengambil minuman yang dibawa Hasan dan menyeruputnya.


8erz'06

Saturday, July 29, 2006

Lha...between Heart and Brain

Well, dalam dua bulan terakhir ini, aku mendapat pelajaran yang menarik terkait dengan bentrokan antara pikiran dan hati.
Pelajaran ini didapat dari dua kasus yang berbeda yang sama-sama memiliki inti permasalahan yang sama (pergulatan otak dan hati).
Yang menariknya, lagi2 aku diberi kesempatan oleh-Nya untuk dapat melihat dua sisi yang berlawanan dari satu macam pelajaran yang berinti sama.
Tulisan diatas mungkin agak sulit dimengerti kalau aku tidak menceritakan kasusnya, tapi untuk saat ini, mungkin lebih bijaksana kalau aku tidak menulis secara gamblang detail mengenai kasusnya.

Intinya, aku melihat, bahwa manusia, saat berada di dalam suatu keadaan yang tidak berkenan dengan kehendak hatinya, Sebaik apapun keadaan itu menurut pemikiran dan "standar internasional" masyarakat atau orang-orang terdekatnya, tetap tidak akan bisa merasakan yang namanya kebahagiaan yang hakiki.

Konsep life is beautifull adalah sebuah konsep sikap hidup yang hanya akan berjalan saat dia didasari oleh suara hati.
Hebat memang, hati kan sebenarnya adalah sebuah kata untuk menggambarkan suatu benda yang abstrak yang dimiliki oleh manusia,maksudku apa hati itu adalah jantung ? bukan. Apa hati itu adalah hepar ? bukan. begitu abstrak.
Tapi hati ini jugalah yang sebagian besar menentukan nyaman atau tidaknya sebuah kehidupan.

memang yang bikin beratnya satu hal : membedakan suara hati dan suara nafsu.
Tapi saat seorang manusia bisa menemukan suara hatinya dia sedang menuju jalan kebahagiaannya. Pelajaran dalam dua bulan ini, semakin memperkuat keyakinanku akan konsep yang satu ini.

All that i can say is, alhamdulillah, terima kasih ya Tuhan, untuk memberikan pelajaran-Mu kepadaku dalam bukti nyata yang gamblang. Dan juga untuk memberikan kemampuan padaku untuk dapat menyelami dan meresapi pelajaran-Mu tersebut. Aku rasa memang jarang sih orang yang diberi kesempatan semacam ini, dan sangat jarang juga orang yang di ridhai-Nya kemampuan untuk menyerap pelajaran dari sebuah kesempatan yang diberikan-Nya.


8erz'06

Thursday, July 13, 2006

Nice Quote from Joger

Aku mencintaimu bukan karena kamu terlalu hebat
atau tidak terlalu hebat
Aku mencintaimu bukan karena kamu terlalu kaya
atau tidak terlalu kaya
Aku mencintaimu karena kamu adalah kamu
dan karena kamu mencintaiku
Aku mencintaimu karena aku adalah aku
dengan segala kekurangan dan keterbatasanku

"ck,,ck,,ck,,romantic but realistic isn't it ?"

8erz'06

Thursday, July 06, 2006

SuPeRmAn.....returns

Menonton superman beraksi kembali setelah bertahun-tahun lamanya aku ngga menyaksikan aksinya, benar2 membuatku serasa anak kecil lagi. Di dalam bioskop, aku tidak kuat untuk tidak ikut bertepuk tangan ketika sang manusia baja berhasil menyelamatkan sebuah pesawat terbang yang hampir hancur.
Fantasi masa kecilku benar2 terbentuk kembali di depan mata, dan di bioskop aku jadi anak kecil lagi yang dulu benar2 mengagumi sosok pahlawan yang satu ini.
Waktu kecil bahkan aku sering bermimpi bisa terbang seperti superman, lucunya, karena mungkin dari dulu otakku sudah terlatih logis, dalam mimpi itu pun, aku hanya bisa terbang dengan cara memposisikan badan seperti mengambang di air, atau menyelam di air, hanya saja airnya kali ini digantikan udara. Makannya setiap beres mimpi "jadi superman" aku selalu terbangun dengan kecapekan. (bayangin aja, mimpiku berarti bisa disebut mimpi "berenang" semalaman).

Satu hal kecil yang dulu selalu membuatku menggerutu tentang superman adalah karena musuh2 superman dan masalah yang dihadapi superman, selalu terlihat maha berat dibanding masalah dan musuh yang dihadapi jagoan lainnya.
Yaah, ambil contoh, kalau Batman "cuma" berhadapan dengan joker, riddler dll. Spiderman menghadapi goblin, octopus dll, Superman harus menghadapi Gempa Bumi, Angin topan, dll.
Bencana alam ! bukan lagi sesosok manusia aneh ataupun punya kekuatan unik yang jahat.

Tapi sepertinya disini nilai yang ingin ditanamkan pencipta Superman, Siegel dan Shuster.
Bahwa manusia selalu memiliki masalahnya tersendiri. Bahkan kekuatan fisik superman yang terlalu besar pun tidak bisa menyelesaikan semua masalah, malah bisa membuatnya kesepian. Bahkan superman pun tidak bisa menghadapi semua masalah sendirian. Bahwa kesempuranaan superman adalah kekuatan hebatnya yang ditunjang dengan kekuatan hatinya.
Bahwa semua orang bisa menjadi superman dalam hidupnya selama hatinya setulus dan sekuat superman.

Bahwa pada akhirnya, kalau kita bisa sadari, kita tidak harus bisa terbang secepat peluru, kebal terhadap senjata apapun atau bisa mengangkat gunung untuk bisa menjadi seorang Superman dalam hidup kita.
Dan Superman returns bisa ditemukan di setiap individu manusia, jika dia mau mengembangkan, memperkuat dan menemukan ketulusan hatinya.

Sesosok pahlawan yang memilki kekuatan yang bisa menghancurkan bumi sekalipun, namun tetap rendah hati, tulus, dan mampu menemukan nilai yang amat penting di dalam kebenaran, bukan di dalam keegoisan.

Aku sampai saat ini sering tersenyum sendiri, membayangkan kalau aku punya kekuatan seperti superman, kemungkinan besar aku tidak akan bisa rendah hati dan tulus seperti dia. Dan tanpa kekuatan hati semacam itu, aku pasti tidak akan disebut orang sebagai superman, walaupun aku punya kekuatan seorang superman.
Sebaliknya, saat aku punya kekuatan hati seperti yang dia tunjukkan,
Ilmu padi, semakin tua dan berisi semakin merunduk,
maka kemungkinan besar, setidaknya orang diskitarku akan melihat sosok seorang superman dalam diriku.

mengambil kata-kata dari Spiderman :
Great power comes with a great responsibility.

Sebuah kata mutiara yang amat cocok dengan pribadi para Nabi dan sahabat2nya.

8erz'06

Saturday, June 17, 2006

Unperfect answered

Uhh, beberapa pertanyaan di bawah ini, adalah pertanyaan yang diajukan padaku, dan aku masih belum bisa menjawabnya secara lengkap karena masih merasa miss something :

1. 8erz, menurutmu bagaimana caranya melupakan seorang mantan kekasih agar aku tidak terus kangen sama dia ?

2. 8erz, beda ga sih, "Aku cinta kamu karena aku butuh kamu" dengan "Aku butuh kamu karena aku cinta kamu" ?

3. 8erz, kalau surga itu adalah tempat-tempat indah yang pernah disebutin di kitab2 suci,misalnya sungai-sungai madu, sebenarnya bill gates juga bisa bikin tempat kaya gitu di dunia ini dengan uangnya, terus apa istimewanya donk ?

4. 8erz, kenapa kalau ketemu kamu, suka tiba2 muncul pertanyaan aneh2 di kepalaku buat ditanyakan padamu yah ? ( ini kayaknya yang paling ngerepotin :p )



8erz'06

Thursday, June 15, 2006

Keseimbangan


Seseorang pernah bilang padaku, bahwa segala sesuatu di alam ini diciptakan oleh Sang Maha Pencipta, punya lawan/kebalikannya untuk membuat keseimbangan.

Ada surga ada neraka.
Ada sehat ada sakit.
Ada kegembiraan ada kesedihan.
Ada jahat ada baik.
Ada terang ada gelap.

Terlepas dari fakta bahwa sebenarnya tidak semua kebalikan dari sesuatu itu adalah benda yang nyata ada, (contohnya, bahwa kegelapan adalah sebuah situasi dimana tidak adanya sinar), kita sebagai manusia, mau bagaimanapun tetap akan merasakannya juga.

Dari hal ini kita bisa menarik sebuah kenyataan yang unik,
bahwa manusia memang didesain untuk selalu berada di dalam keseimbangan tersebut.
Lucunya, seringkali, saat seorang manusia tidak dapat menyeimbangkan hidupnya, maka alam akan bereaksi sendiri untuk mewujudkan keseimbangan tersebut berdasarkan hukum2 yang sudah ditetapkan oleh Allah di dunia yang fana ini. Mengambil istilah dari agama Hindu, inilah yang disebut karma.

Ambil contoh, orang yang memiliki kekayaan, semakin dia kaya dan menggapai kesenangan, jika dia tidak bisa menyeimbangkan jiwanya dengan semakin bersyukur kepada Allah, maka secara natural, muncul keseimbangan yang lain yang akhirnya memunculkan perasaan was-was, khawatir dll.

Ambil contoh lain, sebuah harapan yang semakin besar, jika tidak diseimbangkan dengan sikap tawadhu dan keikhlasan, maka akan muncul penyeimbang lain berupa bayangan kekecewaan.

Contoh lagi, orang yang melakukan pekerjaannya dengan baik dan sepenuh hati, akan mendapatkan hasil yang terbaik pula. Sebuah kepuasan yang setingkat dengan hasil kerjanya.
(Memang kalau bicara tentang uang yang dihasilkan, kadang terlihat tidak seimbang, tapi kan aturan soal keuangan adalah aturan yang dibikin oleh manusia )

Aku sebagai orang yang mempelajari sistem informasi, kadang tersenyum melihat keadaan seperti ini. Seakan-akan memang dunia ini memiliki sistemnya sendiri yang memiliki algoritma fantastis yang sebenarnya eksak dan pasti namun keluasannya mungkin tidak terjangkau daya pikir kita.
God's Algorithm.
(Mungkin alasan Tuhan menciptakan setan juga karena tentang hal keseimbangan ini. Subhanallah)

Aku kemudian berpikir, kalau manusia memang tidak bisa lepas dari sebuah keseimbangan, maka satu-satunya jalan untuk meraih kenyamanan dan kedamaian hidup adalah dengan memilih faktor penyeimbang yang baik untuk kita sendiri. Faktor-faktor yang kumaksud sudah tertera di dalam semua kitab agama, Kesabaran, Keikhlasan, Syukur, Kerendahan-hati,Cinta dll. Logika yang sederhana ya ?


Why i wrote this ? i don't know, cuma ingin menulis sebuah teori yang lagi muncul dalam otakku saja. :)

8erz'06

Wednesday, June 14, 2006

james ingram

I did my best
But I guess my best wasn't good enough
'Cause here we are back where we were before
Seems nothing ever changes
We're back to being strangers
Wondering if we oughta stay
Or head on out the door

Just once can't we figure out what we keep doing wrong
Why we never last for very long
What are we doing wrong
Just once can't we find a way to finally make it right
Make the magic last for more than just one night
If we could just get to it
I know we could break through it

I gave my all
But I think my all may have been too much
'Cause Lord knows we're not getting anywhere
Seems we're always blowing whatever we got going
And seems at times with all we've got
We haven't got a prayer
Just once can't we figure out what we keep doing wrong
Why the goodtimes never last for very long
Seems we're always blowing
Whatever we got going

Just once can't we find a way to finally make it right
Make the magic last for more than just one night
If we could just get to it
I know we could break through it

Just once I want to understand
Why it always come back to good-bye
Why can't we get ourselves in hand
And admit to one another
That we're no good with out the other
Take the best and make it better
Find a way to stay together

Just once can't we find a way to finally make it right
Make the magic last for more than just one night
I know we can break through it
If we could just get to it

Just once
If we could get to it

Just Once...

Saturday, June 10, 2006

Just A Note

Satu Hari..
Cinta tergulung oleh asa
Diiring kegalauan sang jiwa
Dibentengi topeng kematian rasa

Menyegel secercah sempit sinar harapan
dan munculkan keraguan
Timbulkan ketakutan tuk hadapi masa depan

Masa depan yang bisa berbuah manis
Namun selalu diiringi kepahitan mendasar
Yang juga terus berkembang
Seiring dengan semakin manisnya harapan

Dan saat hari itu tiba
Mampukah seorang manusia
Tetap memainkan dadunya
Dengan pertaruhan yang semakin membesar ?

Atau memilih membuang cerita
Memutuskan tuk mengumpulkan sisa-sisa perasaan
Walaupun pada saat itu
Hasil masih menunjukkan sebuah kekalahan
Karena masih ada ketidakjujuran pada diri sendiri ?

When that time come..
Love can be either dead in a tombstone
Or blossom like a sunflower under the great blue sky

Which one will you choose ?
The rest of your soul at that time
Or a chance to double the odds ?


8erz'06

Saturday, May 27, 2006

Another example that interesting for me..

Masih tentang sebuah situasi dan kondisi akan mempengaruhi bahkan mengubah perasaan manusia.

Aku punya teman, sebut saja namanya Jimmy. Jimmy ini punya pengalaman buruk dengan yang namanya pacaran, dan dia boleh dibilang berubah jadi seorang laki-laki yang suka mempermainkan perasaan perempuan. Tipikal yang keras kepala, dan boleh dibilang playboy. Sebutan lingkungan kita untuk dia adalah "player" atau "buaya". :)
Si Jimmy ini sebulan lalu,di tempat kerjanya, berkenalan dengan seorang perempuan yang sama sekali bukan tipenya (ini menurut dia).
Si perempuan ini ternyata orangnya cukup cerdas dan enak untuk diajak bicara.
Hubungan mereka berlanjut dengan saling telepon yang cukup sering.

Satu hari sekitar 3 minggu yang lalu, saat dia baru beres menelpon sang perempuan, aku bertanya kepadanya, "mulai serius untuk berhubungan yang benar lagi jim ?" tanyaku.
"Hahahaha, in your dream 8erz, kamu tahu sifatku, aku cuma senang ngobrol dengan dia aja, ngabisin waktu kosongku." jawabnya.
"Setahuku, cara kamu menjadi player, tidak termasuk banyak telepon-teleponan ? apalagi kamu kan orangnya pelit pulsa ?" tanyaku lagi.
Dia menjawab dengan mengangkat bahunya ," Kebetulan aja aku lagi banyak duit bulan ini, lagipula, kebetulan kartu dia sama denganku, jadinya ga terlalu mahal." (kedua-duanya punya kartu XL)
Aku tersenyum kemudian berkata," Jim, kalau kamu telepon-teleponan sama dia kaya gitu, sampai sehari bisa dua atau tiga kali, apalagi ditambah sms kaya gitu, lama2 kamu bisa suka dan sayang loh sama dia."
Dia menggeleng, " Ga mungkin, pertama, dia bukan tipeku sama sekali (maksudnya penampilan dan fisiknya), kedua, niatku cuma bermain-main saja kok dengan dia, sekedar nambah-nambah TTM (Teman Tapi Mesra), dan yang ketiga, Rumahnya jauh dari rumahku, kalau aku pacaran sama dia, males banget kan apelnya ? Dia cuma enak diajak ngobrol, dan akan jadi teman yang enak diajak ngobrol saja, cuma itu".
"Ya sudah, gimana kamu aja deh jim, aku cuma akan tertawa aja kalau nanti ternyata satu-satunya player di kelompok kita ternyata jatuh hati dan terikat." Lanjutku lagi.
Dia dengan cepat menyanggah, "Ga mungkin, lagian, kalau hatiku jatuh, ambil aja lagi, kalau terikat, ambil aja gunting, hehehehehe."

9 hari yang lalu, Jimmy mengajakku ngobrol dan tebak apa isi pertanyaan dia ?
"Menurut kamu, aku bisa maju dan jadi pacar dengan dia ngga ya ?"
Aku masih berlagak cuek dan berkata, "ya maju aja, biasanya juga kan kamu gitu ? banyak pacar ngga jelas ?"
Jimmy terlihat sedikit kesal," Bukan itu maksudku 8erz, maksudku pacaran yang serius. Apa dia bisa nerima aku ya ? "
"Hee, maksudnya serius ? kamu bakalan setia gitu ?" tanyaku.
"Ugh kamu ini ! semacam itulah", sahutnya sambil bersungut.
Aku tersenyum, "well, Ya gimana kamu dong ? Tumben kamu khawatir untuk ditolak? Bukannya kamu pernah bilang, "Jimmy ga bisa ditolak"?."
" Aku juga ngga ngerti, aku takut buat "nembak", Aku takut kalau aku ditolak oleh dia". jawabnya.
"Jujur aja Jim, kalau perasaan kamu tulus dan kamu sampaikan dengan tulus dan jujur juga, dia juga bakal menanggapi dengan tulus dan jujur, Kalapun ditolak, ya sudah, jadikan pelajaran aja." sahutku

6 Hari yang lalu, Jimmy membawa pacarnya dan memperkenalkan dia ke teman-temannya termasuk aku. (Dia ngga pernah sampai memperkenalkan teman/pacarnya sebelumnya)
Dan sesuai janjiku, aku bersalaman dengan mereka berdua, memperkenalkan diriku, sambil tertawa-tawa, yang membuat sang nona terheran-heran (pasti dia menganggapku orang aneh sekarang), dan sang "eks-player" kita terlihat sedikit cemberut sambil malu2.

Sampai hari ini, aku melihat perubahan besar dalam diri jimmy dalam memperlakukan seorang perempuan, mungkin memang pada dasarnya dia itu laki-laki yang romantis ya ? :)


8erz,06

Wednesday, May 24, 2006

About Control :)

This will be a long post :)

Jill's said :"apa maksudnya dengan "control your friends movement" ?"
miss amazingly alive said :"ouch....arogan sekali...:),control your friend's movement, control her movement....who are u to be able to claim that way? siapa yang tahu apa yang menyebabkan apa, 8erz? "
mrs x said :"btw, 8erz, im not very sure about ur controlling everyone's movement, i mean, how can u be so sure? what on earth can be so sure, what sort of creature are u, 8erz? :) "


Komentar2 ini terkumpul hanya dari satu post ! ck..ck..ck.. tampaknya isi postnya cukup ekstrim yah ? wajar karena waktu itu aku tulis post yang itu saat ceritanya sih sedang patah hati .
BTW, judul postnya "SHit this is hurt!" yang aku tulis di bulan Maret 2006 silam.

Oke guyz, first, aku minta maaf kalau isinya sedikit frontal.
Tapi...pi..pi, rasanya aku perlu menjawab dan menanggapi hal ini, karena aku memang punya sudut pandang sendiri tentang control-mengontrol orang.

Nah :)
Kita mulai dengan what sort of creature am i ? dan who are u to be able to claim that way ?
pertanyaannya benar2 menarik yah ?
well, ngga tahu mulai sejak kapan, beberapa teman dekatku menjulukiku
"Mr. Game of Life Master".
arogan kah ? ya ngga dong ya, toh yang ngasih nama bukan aku, tapi mereka.

Mereka menjulukiku seperti itu karena katanya, mereka melihat bahwa aku bisa membangun sebuah situasi yang memaksa secara halus seseorang atau sekelompok orang bertindak sesuai dengan arah yang kuinginkan. Bahkan yang lebih ekstrim, temanku, Deni S, pernah berkata seperti ini padaku "Hati2 8erz, mungkin kadang kamu tidak sadar bahwa kamu sedang mengontrol orang."

Kenapa ya orang2 bilang seperti itu ??
Aku juga sedikit heran.
Playing God ?

Kalau dirunut, mungkin salah satu komentar dari temanku bisa jadi dasar buat menjelaskan semuanya.
dia bilang, "8erz, kamu tuh ya, orangnya, dalam bertindak, bahkan dalam hal cinta, 90% pake logika dan cuma 10% pake perasaan !"

Aku ngga setuju dengan pernyataannya, tapi satu poin, bahwa aku banyak pakai logika daripada perasaan, aku membenarkan. Aku memang tidak pernah meninggalkan pikiran logis dalam menjalani alur kehidupanku.
Kenapa ?
Karena aku laki2.
Dan juga karena aku memiliki anggapan seperti ini :

emmmm, setuju ngga sih, kalau aku bilang, bahwa perasaan manusia tuh sebagian besar dipengaruhi situasi sekitarnya ?
Misalnya, saat situasi memaksa kita untuk sedih (kehilangan orang yang kita sayangi contohnya), maka kita mau tidak mau jadi sedih, ya ga ?

oke, kemudian kita beranjak kepada sebuah fakta, bahwa situasi atau keadaan yang terjadi di alam fana ini, pada umumnya dibangun diatas hukum sebab akibat (kecuali kalau Allah menghendaki sesuatu yang lain). Tapi sebagian besar memang dari hukum sebab akibat ini sih.

Lucunya, menurut sudut pandangku, sebab akibat ini, didasari oleh kelogisan.
sebuah algoritma logis yang bisa dibilang relatif pasti. If begini then begitu, else begitu. kira2 seperti inilah.

Rumusnya jadi begini dong : Logisme bisa menciptakan sebuah algoritma sebab akibat, yang akan memunculkan sebuah situasi, yang kemudian mempengaruhi perasaan/emosi seorang manusia.
Sekali lagi aku tekankan, bisa, bukan Pasti.

Ini dia sebenarnya dasar pandanganku.

Nah, saat seorang manusia bisa membaca algoritma ini dengan lebih cepat dan lebih luas dari orang lain, dan kemudian menambahkan beberapa variabel pada algoritmanya sehingga alur situasi berjalan sesuai keinginannya, maka konon manusia ini kemudian di"cap" bisa mengontrol movement.

so, what creature am i ?
Saat aku mengukur diri sendiri dibanding orang2 sekitarku, ternyata aku memang memiliki sedikit kemampuan lebih, dalam ilmu membaca situasi. Dan hal ini pun didukung oleh teman2 dan keluargaku. And guess what guyz ? Membaca adalah perintah pertama Allah kepada Muhammad, Iqra !

Am i sure that i can control other people movement ?
NO ! i can't, tapi aku bisa lebih cepat menebak/membaca, bakal kemana arah pergerakannya dan kemudian bereaksi menyesuaikan, dan kalau bisa memperbesar kemungkinan2 untuk menciptakan sebuah situasi yang kuinginkan terjadi.

Egoiskah ?
hey, kita ini manusia toh ? egoisme adalah bagian dari diri kita.
But, masih menurut pendapatku, saat semua pihak merasakan sebuah win-win situation, maka tidak ada salahnya kan kalau kita mencoba membuat situasi semacam itu ?

Dlm post shit this is hurt, aku sendiri tercenggang dengan situasi yang kubuat, semua orang yang terlibat, seakan2 terhubung dengan sebuah benang dan bergerak mendukung ke arah sebuah situasi yang kuinginkan terjadi. kebetulan kah ? bisa jadi, tapi bisa juga tidak.

Sederhananya, dalam agama Budha ada sebuah cerita seperti ini, saat seseorang menemukan secara tidak sengaja sebuah koin di jalan, pasti ada seseorang lain yang menjatuhkannya. begitulah. Tidak ada yang namanya kebetulan, semua sudah ada jalannya. Dan sesuai janji Allah, "Manusia Ku-berikan sedikit kemampuan-Ku untuk mencipta", maka kita sebagai manusia, bisa mengubah sebuah jalan kehidupan kalau kita mau dan berusaha dengan sungguh2.

Arogankah ? mungkin lebih tepat kalau dibilang, ngga mau berhenti belajar yah :)

Duh, postnya terlalu rumit ngga ya ?

Well, setidaknya aku sudah menanggapi deh, sekarang terserah teman2 mau menganggap creature seperti apakah aku ini. :)


8erz'06

Tuesday, May 16, 2006

I'm read....and I thankfull

Well, sudah cukup lama aku tidak menulis di blog online lagi.
Sebenarnya banyak kejadian yang bisa kutulis di dalam blog ini, tapi keterbatasan waktuku akhir2 ini
untuk men"transfer" kejadian2 itu menjadi sebuah tulisan blog membuat blog ini jadi terlihat jarang di update.
Hari ini aku secara iseng membaca lagi semua tulisan blog yang pernah kutulis, dan secara seksama membaca juga komentar teman2 terhadap isi tulisanku.
Menarik sekali, banyak pencampuran emosi yang pernah kurasakan tertulis secara nyata di blog ini. Dilengkapi dengan komentar2 tajam dari para teman2 yang sudah sudi untuk datang dan membaca blog ini, membuat blogku terlihat lebih hidup. Bahkan ada beberapa teman yang masih mau memberi komentar untuk tulisan blog yang sudah lama kulupakan. thanks guyz.
Mudah2an, setelah tiba masa liburan ini, aku memiliki waktu yang lebih banyak untuk menulis, karena ternyata, secara tidak langsung, tulisan2ku menjadi sejarah pribadiku.
Untuk teman2 yang masih banyak berkomentar dengan sebuah nick dan anonymus, aku mendorong untuk mencoba ikut menulis blog. It's fun, really.
Lagipula, toh sebenarnya kita juga hampir ngga saling kenal (atau mungkin aku saja ya yang tidak kenal dengan para komentator blogku ini ? :P)

Monday, May 01, 2006

Curhat...

I'm not complaining for my life,
I have a great family,
I have a lot of beloved friends,
I have a good education,
I have my own business,
I have a great positions in every activity that i involved,
I'm more than OK.
I live in my Dream of Life.
But, still i feel that i'm missing something.
And after a lot of suggestions from my friends,
I found that this thing is not a "thing", it's someone.
Someone that realy sees me,
Someone that realy seize me,
Someone that i can adored,
It will be a lot more comfortable 4 me,
if i already have a name for this someone.
I really hope, an angel will show up in front of me,
And make my life complete.

Here i stand,
As a man that languish a warmth of a hug,
Missing the sweetness of a kiss,
Tortured by loneliness,
In the middle of hopes and dreams.
I asked, am i exist ?
I hope, in a near future, Love can answer : You are exist 8erz !


8erz'06

Wednesday, April 12, 2006

Unconditional love ??

Get this story from my friend, somehow, this make me twisted and confused.

-------------------------------
"Why we can't be together ? Why we can't be a true lover ? i wan't always be on your side..." said the girl to him.
He answer it with a bit sad," Becoz there is a big chance that we will be a perfect couple, becoz we both will fall in a deep love, becoz you and i will made a perfect congeniality.... and becoz we have this huge barrier between us. "
A teardrop start to drop in her eye's corner," but.."
Gently, he sweep her tear with his finger, " Shhhh... the most important thing is, we both know that we like each other, we care each other, we love each other. But if we take a couple's road, it will just bring much more pain for both of us. Deep inside your heart, you already know about it."
She try to smile, " But, there is a story that love can break a moutain, love can break any barrier."
He answer it with a weak voice," yes, a story that full with pain, a story that full with hatred from other people, a story that full with love and love and love. I can't allowed you to go through all that, becoz we need more than love to live,becoz life is not just about love, becoz you and i have a bright future, I can't allowed our love will be just a thing that will break your future, your potentiality..."
She whisper, " I need you ."
He caress her hair and speak slowly," And i need you too, i love you, and becoz i love you i can't be so selfish. I will promise you this, i will always love you with an unconditional love, i will always be on your side when you need me, i will protect you, I will protect your smile, i will help and watch you until you get your true happiness.A true happiness that will you get only if you isn't with me. And i will be happy when you happy."
and a teardrop also drop on his cheek.

-----------------------------------------------------

Bingung kan ?
Ada sesuatu yang salah di cerita ini, tapi yang salah siapa atau apa ya ?
I'm out of words when i hear this story.


8erz'06

Tuesday, April 04, 2006

Bakat ? bukan dong !

Salah satu temanku yang berasal dari luar Jawa mengeluh padaku setelah beres satu sesi presentasi di sebuah mata kuliah Computer Networking.
"Gua kok susah banget ya bicara di depan orang. Begitu berdiri di depan untuk presentasi, otak gua langsung blank. Apalagi setelah saat bagian gua untuk bicara. Aku iri ke lo 8erz, presentasi lo minggu kemarin terlihat begitu santai tapi tetap bisa membuat seluruh kelas tertarik dengan materi yang lo bawa."
Aku memandang dia sejenak, lalu berbicara dengan nada bercanda," Terus, kalau memang iri, sekarang apa selanjutnya yang bakal kamu lakukan ? "
Dia menghela nafas dan tersenyum lemah," yah, ga ngapa-ngapain sih, mungkin memang gua orangnya seperti ini. ngga bakat kali ya." dia menambahkan dengan nada cukup sinis," ngga kaya lo yang serba bisa."

Aku tersenyum," kok aku ngga merasa dipuji yah. hehehe."
Dia sedikit tergelak," sori, gua sinis ya ? hehehehe, tapi memang sih, gua kadang suka sebel dengan orang-orang kaya lo, kok bisa sih kita seumuran, tapi lo keliatan lebih sukses dariku
dalam hampir semua bidang. Lo enak banget, dikasih bakat darisononya."
Aku menimpalinya setelah menyalakan rokokku," Teman, aku mau tanya. apa kamu melihat aku sebagai orang yang lebih banyak sukses dari kamu ?"
Dia mengangguk.
Aku meneruskan omonganku," kalau begitu, disitu letak kerugian kamu. tau ngga, pandangan kamu tuh salah total. Aku bisa bilang begini. Saat ini, orang yang sedang bicara didepanmu ini, adalah orang yang jauh lebih banyak gagal daripada kamu."
Dia terdiam sambil memandang dengan mata yang digelayuti tanda tanya," jauh lebih banyak gagal ?" gumamnya.

"Yep, Coba kamu ingat2, kapan pertama kalinya kamu melakukan presentasi dalam pelajaran disekolah ? " tanyaku.
Dia berpikir sebentar, lalu menjawab," hmm...mungkin waktu aku SMP kelas 3"
"nah," sambungku,"terbukti kan, aku mulai presentasi di depan kelas seperti itu dari kelas 4 SD loh, dan tempatku sekolah, dari SD, SMP sampai SMU, kebetulan adalah sekolah-sekolah yang punya guru-guru yang senang nyusahin muridnya untuk presentasi dalam mata pelajarannya. Dan jangan salah, banyak sekali presentasiku yang kacau. Masih mending kalau kamu cuma malu didepan kelas, aku sempat membuat hal yang malu-maluin di depan kelas."
Dia terlihat berpikir.

Aku kemudian melanjutkan," Begitu juga buat yang lainnya, kalau kamu melihat aku lebih sukses dari kamu dalam satu bidang, menurutku, pasti karena aku sudah lebih banyak gagal di bidang tersebut daripada kamu. Tapi kemudian, pertanyaannya adalah, saat aku gagal, apa yang harus aku lakukan ? iri pada orang ? menyerah ? memvonis diri sendiri ? atau sebaliknya, terus berusaha memperbaiki diri sambil berpegang pada prinsip, bahwa kesuksesan itu diraih dari satu kegagalan ke kegagalan lainnya dengan tanpa kehilangan antusiasme"
Dia menyanggah", Gua sedikit ngga setuju 8erz, masalahnya, umur lo ngga beda ama gua. Harusnya pengalaman kita juga ngga jauh beda."

Aku tersenyum," Aku ngga percaya pengalaman ditentukan oleh rentang waktu. ambil contoh, orang yang ketika gagal terus menggerutu, kesal, lalu menyerah, dengan orang yang ketika gagal, terus bangkit lagi dan bangkit lagi dan bangkit lagi, dalam waktu setahun aja, mana yang pengalamannya akan lebih banyak ?"
Dia menjawab," orang yang kedua."
" Nah, logikanya aja begitu kan ? jadi perbedaan kamu dan aku cuma prinsip kok, bukan bakat. Kalau kamu ingin terus mengembangkan diri, coba sedikit modif prinsip kamu. Coba kejar satu level dalam hidup, dimana melakukan sesuatu dengan keseriusan dan menikmati prosesnya jadi lebih penting daripada hasil akhir dan menang atau kalahnya" sambungku.
Dia kembali bergumam, " masuk akal, benar juga yah ?"

Aku kemudian minum lalu bertanya," nah, sekarang aku bertanya lagi, kalau memang iri, apa yang bakal kamu lakukan sekarang ? "
Dia tersenyum lalu mengangkat tangan", ya deh 8erz, gua ga akan menyerah untuk memperbaiki diri. "
"di segala bidang." tambahku.
"di segala bidang." sahutnya.
" Aku tambahkan satu lagi deh, bilang kalau kamu ngga setuju dengan statement ini, One of the easiest way to succeed is to watch what other successful people doing, and then take it a step further !" tambahku.

Dia terdiam sejenak, lalu menyahut,
" aku setuju." jawabnya
"hehehe, sekarang malah kebalikannya loh, kalau kamu setuju dan percaya, berarti sebenarnya kamu malah lebih beruntung dariku. " sambungku.

"maksudnya ?" tanyanya.
Aku tersenyum," loh, iya dong. indahnya kata-kata take it a step further adalah itu berarti, kamu ngga harus melalui pengalaman seperti yang aku alami untuk mencapai tahapku sekarang, tapi tinggal mencuri ilmu, kemudian mengembangkannya lagi. Bukannya itu malah keberuntungan kan ? " tanyaku.
Dia mengangguk dan tersenyum senang. " hehehe iya juga ya."
"Told you. Jadi, saat sebenarnya kamu beruntung seperti ini, kalau kamu berpikir untuk menyerah, kan sebenarnya bodoh dong ?" tutupku.


8erz '06


Friday, March 31, 2006

bodoh pangkat tiga

Tuhan membagikan rahmat dan hidayahnya setiap saat pada hamba-Nya. Namun kenyataanya, tidak setiap manusia bisa bahagia, kenapa ?

Kenyataannya tidak setiap manusia bisa bersyukur. atau setidaknya menyadari bahwa dirinya selalu dilimpahi oleh rahmat, hidayah dan berkah dari Tuhan.Tidak setiap manusia dapat sadar bahwa setiap kali dia bernafas, itu artinya Tuhan masih mengizinkan dia untuk bernafas.

Tidak setiap manusia dapat menyadari bahwa sebenarnya Tuhan selalu memberi sarana yang begitu besar untuk hidup.

Kehidupan.
Ini dia salah satu karunia yang jarang sekali disyukuri oleh seorang manusia. Setiap detik dalam kehidupan berarti setiap detik juga kesempatan muncul. Kesempatan untuk berbahagia, kesempatan untuk tertawa, kesempatan untuk menangis, kesempatan untuk mendapat hikmah, kesempatan untuk menimba ilmu, kesempatan untuk berbagi dengan sesama, kesempatan untuk berproses menuju penyempurnaan lahir batin.

Apa yang banyak terjadi ? manusia sangat gemar dalam mensia-siakan hidup, menuntut tuhannya untuk memberikan apa-apa yang diinginkan oleh nafsunya tanpa ada kepuasan.
Tidak sadar bahwa dengan hidupnya, dia sendiri dapat membuka jalan, yang pasti akan dibukakan tuhannya jika dia mau berusaha dengan tekun.

Setiap hasil harus selalu melalui proses, itulah hukumnya, keadilan yang sebenar-benarnya dan kembali ini adalah sebuah karunia dari Tuhan untuk manusia.

Proses yang buruk tentu saja akan mencapai hasil yang buruk, dan demikian sebaliknya. Begitu bodohnya manusia yang menganggap bahwa seseorang bisa berbahagia karena sebuah keberuntungan.

well, kalau bagi dia arti " keberuntungan " adalah ikhtiar luar biasa lahir dan bathin, maka kalimat diatas benar adanya. tapi pasti bukan itu arti yang dia maksud. setelah menganggap orang itu beruntung, dia kemudian merasa iri dan dengki. iri karena berpikir, kenapa tuhan memberi kebahagiaaan dan keberuntungan pada orang lain, dan bukan dirinya. iri yang lucu, sebuah pemikiran bodoh yang didasari oleh alasan yang bodoh pula.


Belum cukup disitu, dari dengki itu lahir tindakan untuk merusak kebahagiaan orang lain yang dia anggap beruntung ,menghabiskan waktunya untuk berpikir bagaimana caranya untuk merusak si beruntung yang bahagia itu, padahal dengan jumlah waktu yang sama, jika dia bisa berpikir positif dan mencari jalan untuk bahagia, bersyukur dan berserah diri, niscaya dia akan merasakan bahagia.
Kalau seorang manusia sampai pada tahap ini, dia sudah melakukan sebuah tindakan bodoh yang berasal dari pemikiran yang bodoh, yang muncul dari sebuah alasan dasar yang bodoh pula. bisa disebut, mmm, bodoh pangkat tiga.

8erz'06

Friday, March 17, 2006

Shit ! this is hurt ... :-)

AHahahahaha, menarik bukan ? Ada berapa orang sih di dunia ini yang melakukan rancangan hampir sempurna,mengendalikan dan membuat suasana yang bertujuan akhir untuk menghasilkan perasaan patah hati diri sendiri? sangat sedikit.

Aku ada diantaranya, dan kujalankan dengan tindakan2 dan sikap2 yang benar2 frontal. terhitung dan nyata. Bukan dengan menanti nasib lalu kemudian tergulung suasana. wong aku sendiri kok yang menciptakan suasananya. huehehehe

Tampaknya aku sudah lebih gila dari Sukis yang saat itu ngotot untuk sakit hati dengan alasan mencari sampai mana sih dia bisa sakit hati. Aku malah dengan serius membangun suasana yang perfect untuk membuatku merasakan patah hati yang sebenarnya. Dan huaah, ini sebuah pengalaman dan proses menarik !!
Kenapa sih aku melakukan hal ini ? dunno !

Aku adalah seorang yang kompleks, yang gampang tertarik kepada sesuatu yang kompleks pula. Sakit menusuk di dada yang terus menerus dan getaran halus panas yang mengalir di seluruh tubuh dari ujung ubun2 ke ujung jari kaki dan tangan, baru kali ini kurasakan.
menarik sekali ! I never like this when i was"Broken Heart", sekarang aku bisa sedikit mengerti perasaan Bung Glenn F , Ugh.

Sepertinya salah satu alasan gilanya adalah, daripada aku sakit hati karena orang lain dan keadaan yang ga tentu, lebih baik aku menciptakan sakit hati itu sendiri dengan sedikit bantuan teman2 dekatku ! Without they realize, i control their movement as well as her movement, to make my heart get hurt.
at last, i can hear an old thought from my old pal Apio chanting in my soul,
Pain is like a music in my soul, hurt me badly and i shall dance !!


8erz ' 06

Tuesday, March 07, 2006

7 SINS IN DECISION MAKING

I've already wrote about " For me, Life is about decision making".
In one of "Decision Support System" lecture,in my campus, there is an effort to classified things that can lead to a bad decision making.
quite interesting, becoz we can use it too in our life as a boundary to keep us in our track.
So here is the " 7 Sins in decision making" :

1. Assume that i have all the answer. And my answer is right.
This can lead us to stray, and for me, astray is the worst thing that could happenned in decision making. Imagine that you walk right into the precipice, but you don't know about it, people have tell you about your direction, but you don't care coz you feel that you known better.

2. Asking the wrong question or to wrong person.
When asking the wrong question, the answer will be wrong too.

3. Too much confidence.
well, this point is already so blunt. :p

4. Not searching information becoz i feel it will consume my time and money.
" Information is one hell of a power ". this is nowadays paradigm of the modern world.

5. Plagiat without analyzing.
Each person, each situation have an unique character and condition. Benchmarking is Good !
Copy/Plagiat is Bad !

6. Not validate negative feedback.
Nobody is perfect, but we can keep climb up to perfectness only when we accept and analyzing negative feedback from other people. I've seen too many people that fail in their decision making, as well as their life, only becoz they don't take the advantages from validate the negative feedback.

7. postpone decision making too long.
people change, situation change, and time is always counting up.

8erz'06

Wednesday, March 01, 2006

A refresher :-)

Temanku bilang, "blog kamu kadang terlalu berat untukku, bukan dari kamunya aja, tapi juga yang dari bahasa orang2 yang berkomentarnya juga, kalau baca blog kamu, yang aku bisa, cuma mengangguk2 tanda setuju atau mengerutkan kening begitu ada kata2 yang maknanya dalam banget. "

Ahahaha, jadi, post yang ini aku buat buat refreshing ah : )
Nah , aku punya nama baru dalam bahasa jepang lho !!





My Japanese Name Is...



Hiroshi Takashi


Wednesday, February 22, 2006

Something gotta give.


Nasihat yang baik kadang muncul dari mana saja.
Beberapa temanku menyampaikan pendapatnya, Dari pembicaran kami, aku bisa menarik kesimpulan2 sebagai berikut :
mereka menganjurakan bahwa aku sebaiknya mencari pacar, mereka melihat sosok diriku sebagai seorang laki2 yang punya banyak potensi, punya banyak kegiatan, namun di pundakku tidak terlihat ada kehangatan sentuhan kasih sayang seorang perempuan. Dan menurut mereka , hal itulah yang membuatku akhir2 ini kadang merasa kosong dan kesepian. Mereka bilang, sebagaimana hebatnya sosok seorang laki2, jika dia tidak punya pasangan, maka dia tidak akan lengkap. Dan ketidaklengkapan itu tampak makin nyata pada diriku.

Masih menurut mereka, seorang laki2 ditakdirkan untuk mencurahkan kasih sayangnya, a man should love and be loved.

Well guys, thanks for the input, Aku akan menyimpan dan menampungnya dulu saat ini sebagai bahan untuk mereview myself.


8erz

Saturday, February 18, 2006

the best creature is us !

It has come to my attention that a lot of my friends greatest fear is not their inadeguate, but it's their powerfull beyond measure. It is our light, not our darkness that most frightens us, altough maybe we don't recognize it. We sometimes ask to ourself, "who am i to be brilliant, gorgeous, talented and faboulous ? " ... hahaha, then the question from me is " who are you not to be ??"

We are the best creature of GOD. Your "playing small" does not serve the world. We were born to manifest the glory within us. And as we let our light shine we unconsciously
give other people permission to do the same. As we are liberated from
our own fear, our presence automatically liberates others.

Why don't we try to see ourself as "the chosen one" ?


8erz'06

Thursday, February 16, 2006

Does True Love exist ??

Rasanya sih, aku orang yang cukup rasional. Kebiasaanku untuk belajar tentang sesuatu adalah dengan mengumpulkan sebanyak mungkin fakta tentang suatu hal tersebut, atau mempelajari kejadian2 yang berkaitan dengan hal tersebut.

Saat aku menulis, atau berkata soal cinta, aku punya definisi yang kira2 sama dengan kebanyakan orang. "perasaan yang muncul di hati, yang susah ditulis dalam kata2, tapi intinya adalah ingin memiliki seseorang dan berbahagia bersamanya"

Tapi saat bicara mengenai apa itu "cinta sejati" ? aku punya definisi sendiri yang tidak sama dengan definisi "cinta" diatas.
Aku pernah bilang, bahwa cinta sejati 99% tidak akan muncul di dalam hubungan pacaran, kekasih2an atau apapun nama lainnya. kenapa ? karena aku tidak melihat sikap orang yang mempunyai cinta sejati, muncul pada sikap orang2 yang berhubungan pacaran, asmara dsb.
"cinta" dan "cinta sejati" is totally different.

Aku merenung dan melihat sosok para nabi.Nabi Musa, Luth, Isa, Muhammad. Mereka menyebarkan ajarannya demi Allah, dan berharap agar kaumnya bisa selamat. Mereka tidak pernah ingin agar mereka dipuji, atau setidaknya meminta balasan atas usaha mereka. Mereka ingin agar kaumnya, bisa selamat hidup di dunia dan akhirat. itu saja. Tapi usaha mereka ditebus dengan pengorbanan2 yang besar, darah, air-mata, harta-benda dan bahkan keluarga. demi apa ? demi Tuhannya dan demi kebahagiaan kaumnya semata. Cinta seperti inilah yang menurutku patut disebut sebagai cinta sejati. Cinta mereka pada allah dan kaumnya adalah "cinta sejati".

Aku lihat bunda theresa. dia menolong para kaum miskin di jalanan tanpa pamrih sedikitpun, malah pada awalnya, hal itulah yang membuat dia dijauhi masyarakat, diusir dari kelompoknya. Dia bahkan merawat orang2 yang hampir mati oleh lepra dengan begitu intensif, hanya agar orang2 itu bisa sedikit merasa berbahagia di akhir hayatnya. tanpa berharap dia bakal disanjung seluruh dunia nantinya. sikap inilah yang menurutku "cinta sejati"

Aku pernah bilang pada teman2ku. Bahwa yang memiliki kemungkinan lebih besar dalam hidup untuk merasakan cinta sejati adalah perempuan. Kapan ?... saat mereka mengandung dan mempunyai seorang bayi. Lihat sikap seorang ibu (yang baik tentunya). Dia merawat bayinya mulai dari kandungan sampai lahirnya, dengan tanpa berpikiran akan mendapat apapun dari anaknya, dia berusaha agar anaknya selalu sehat, tidak sakit, sebisa mungkin membuat bayinya tersenyum dan tertawa,berharap anaknya bisa bahagia kelak tanpa berharap anakya akan membahagiakan dia nantinya. Memang seringkali, ketika anaknya sudah cukup besar, keegoisan bisa muncul dan merubah perasaan itu. Tapi momen saat seorang ibu melihat anaknya masih berupa seorang bayi yang lemah, dan dia siap mengorbankan nyawanya demi bayi ter"cinta sejati"nya adalah momen dimana seorang ibu merasakan dan memberi sebuah "cinta sejati".

Jadi, apa cinta sejati itu ada ? yap, bagiku ada.
Apa itu bisa muncul di hubungan asmara ? sangat kecil kemungkinannya. judge by yourself.

kira2 begitulah. :P

8erz'06

Thursday, January 26, 2006

Spill it out, tell her/him !

Kadang aku suka heran pada orang2 yang merasa amat susah untuk mengemukakan kebenaran perasaan yang ada di hatinya, jika sudah menyangkut hal2 yang di sebut "LOVE".
Sebenarnya, kalau boleh dibilang, 80% orang yang "curhat" padaku tentang love, selalu memiliki masalah yang intinya sama, dan tentu saja, 80% anjuranku tentang love juga pada intinya tetap sama, yaitu --> SPILL IT OUT, LET HIM/HER KNOW.

ambil contoh, ada teman perempuanku yang merasa kecewa pada pacarnya, karena pacarnya tidak pernah menunjukkan perhatian khusus padanya sejak mereka jadian. Kekecewaanya terus bertambah seiring waktu. "Benteng" yang menahan dia untuk membicarakan hal ini dengan pacarnya, adalah " Aku takut dia marah, aku takut akan dicap manja dan meminta selalu lebih".
Sekilas, terdengar sebagai pernyataan yang valid, tapi bagiku, malah terdengar konyol.
Maksudku, apa yang dia khawatirkan kan belum tentu terjadi, sedangkan perasaan kecewa dia sudah jelas dan nyata. Bentengnya, hanyalah anggapan dia semata. He is your boyfriend for god sake ! Tell him your feeling, and sort it out together, That is the art of relationship !
Akan jauh lebih baik, jika pacarnya tahu akan keadaan hubungan mereka sebenarnya dan kemudian mereka duduk bersama, mencari solusinya.

Ada lagi, pernah salah satu temanku, Geri, bercerita padaku bahwa dia "ditembak" oleh cewek (ceweknya memang cukup agresif), yang kebetulan bukan tipe yang dia suka dan dia tidak mungkin menerima dia.
Lucunya, bukannya menolak langsung, geri malah bilang pada cewek itu bahwa dia sesungguhnya suka dan sayang juga, tapi masih belum mungkin untuk jadian, karena dia masih konsentrasi untuk SPMB ( yep, geri lebih muda dariku).
Kemudian dia bertanya padaku, apa tindakannya benar ? karena dia tidak mau cewek itu terlalu kecewa dan benci padanya, berhubung dia sudah sekelas dengannya selama 1 tahun dan selama ini hubungan dengannya sebagai teman baik2 saja.

OK Geri, jadi kamu lebih memilih untuk membohongi dia, memberi dia harapan kosong, dan "menggantung" dia ?

Bagiku, kedengarannya, tindakan itu malah seperti menyiksa.
Setidaknya, kalau geri menolak dia, dengan cara halus tentunya, dan menceritakan, bahwa dia sangat tidak suka pada cewek yang merokok ( ini dia alasan utamanya ), mungkin dia bisa memperbaiki sifatnya di kemudian hari.
Kalau memang sebenarnya suka, kenapa tidak dicoba menjalin hubungan dengannya dan secara berangsur-angsur "mendidik" cewek itu ?
For God Sake, Stop the lie, tell the truth, spill it out, tell her the truth !
Apa kamu ga tahu ? bahwa yang paling perih dalam soal cinta itu adalah kalau kamu dibohongi, atau digantung tanpa kepastian ?? She is your friend right ?
Kalau sampai ketahuan dari orang lain, geri bukan lagi akan dibenci selama seminggu, tapi bakalan seumur hidup, dan chance untuk memperbaiki sifat cewek itu akan semakin kecil, karena dia akan menganggap --> "geri adalah seorang pembohong yang bedebah, apa salahnya dengan cewek yang merokok ?"

masih banyak lagi kasus yang disodorkan padaku, aneh, unik dan macam2, yang pada dasarnya, masalahnya tetap sama. yang paling umum, tentu saja, tidak berani mengungkapkan perasaan suka/sayang karena benteng emosional yang amat beragam.

Hey people, love is about truth and trust !

well, just my opnion in this late of night.

eighterz '06

Friday, January 20, 2006

i like this song nowadays

Old song, always have a great lyrics :)

I would take the stars out of the sky for you
Stop the rain from falling if you asked me to
I'd do anything for you, your wish is my command
I could move a mountain when your hand is in my hand

Words could not express how much you mean to me
There must be some other way to make you see
If it takes my heart and soul you know I'd pay the price
Everything that I possess I'd gladly sacrifice

Oh you to me are everything
The sweetest song that I could sing
Oh baby, oh baby
To you I guess I'm just a clown
Who picks you up each time you're down
Oh baby, oh baby
You give me just a taste of love
To build my hopes upon
You know you've got the power girl
To keep me holding on
So now you've got the best of me
C'mon and take the rest of me
Oh baby

Though you're close to me we seem so far apart
Maybe given time you'll have a change of heart
If it takes forever girl then I'm prepared to wait
The day you give your love to me won't be a day too late

:)

Monday, January 09, 2006

God's Way....

Satu hari seorang laki2 menemukan kepompong yang sedang mulai terbuka, lubang kecil terbuka di kepompong itu, yang sepertinya akan menjadi tempat keluar sang kupu2. Dia duduk dan memperhatikan perjuangan sang kupu2 untuk keluar dari kepompongnya melalui lubang yang terlihat kecil jika dibandingkan dengan ukuran kepala dan bagian atas tubuh sang kupu2 tersebut. 2 jam kemudian, sang kupu2 terlihat capai, dan berhenti berjuang keluar. Tampaknya sang kupu2 cuma bisa sampai situ, tidak mampu untuk berjuang keluar lagi karena tubuh dan sayapnya tersangkut oleh kepompongnya sendiri.
Laki2 itu memutuskan untuk membantunya, dia ambil gunting, lalu merobek lubang yang kecil tersebut dengan hati2 agar cukup besar untuk sang kupu2.
Sang kupu2 kemudian bisa keluar dengan mudah, sayapnya terlihat kecil dan kusut.
Laki2 itu kembali duduk memperhatikan proses selanjutnya, dengan berharap, sayap kupu2 tersebut akan mengembang indah dan kemudian terbang.
Tapi, tidak terjadi apa2 !
Sang kupu2 hanya bisa merangkak di tanah dengan sayapnya yang tetap kecil dan kusut itu. Tidak pernah bisa untuk terbang.

Laki2 tersebut, dengan didorong kebaikan hatinya, berusaha menolong kupu2 tersebut dengan caranya, dia tidak tahu bahwa kepompong yang liat dan lubang yang kecil tersebut adalah cara tuhan untuk memaksa kupu2 tersebut berusaha sedemikian rupa untuk keluar, memaksa badannya untuk mengalirkan cairan dari tubuhnya ke sayapnya, sehingga pada saat dia berhasil keluar, sayapnya akan mampu mengembang dengan indah dan siap untuk terbang.

Kadang sebuah perjuangan adalah hal yang kita butuhkan untuk hidup, Kalau tuhan menyediakan kehidupan yang mudah untuk kita, hal itu akan menghancurkan kita sendiri. Kita tidak akan bisa jadi kuat sebagaimana seharusnya, Kita tidak akan bisa terbang !

Saat aku minta Kekuatan..
Tuhan memberiku kesulitan untuk membuatku kuat

Saat aku minta Kebijaksanaan..
Tuhan memberiku masalah untuk diselesaikan

Saat aku minta Kekayaan dan Kejayaan
Tuhan memberiku otak dan otot untuk bekerja

Saat aku minta keberanian..
Tuhan memberiku bahaya untuk kulewati

Saat aku minta cinta..
Tuhan mengirim orang yang bermasalah untuk kutolong

Saat aku minta Kesenangan..
Tuhan memberiku kesempatan

Mungkin aku tidak mendapat apa yang kuminta,
Tapi aku selalu mendapat apa yang kubutuhkan

Allhamdulillah.

8erz'05

friends and enemy

Aku punya satu teman yang cukup eksentrik. Sejauh yang kulihat, orangnya menyenangkan, pandai bicara, dan selalu dikelilingi oleh pikiran positif.
Satu perbincangan dengannya yang sampai saat ini aku terus ingat adalah tentang pandangannya dalam hal teman dan musuh.
" 8erz, aku ini jauh dari ortu dan rumahku di jawa timur sana. oleh karena itu, aku selalu berusaha untuk mengumpulkan teman2 baik di sekitarku, berusaha dengan sepenuh hati untuk menyayangi mereka seperti keluargaku sendiri, curhat teman-temanku yang dibagi kepadaku kuanggap sebagai sesuatu yang berharga dan pasti aku akan ikut berpikir seolah-olah itu masalahku sendiri.Aku pikir tanpa teman-teman baikku, aku tidak akan bisa bertahan di bandung sampai 3 tahun seperti ini. mereka yang berbagi kebahagiaan maupun kesedihan denganku. Manusia butuh kerabat yang bisa dipercaya dimanapun dia berada. "

Saat itu aku bertanya ," terus, apa kamu punya musuh ?"

Dia menjawab," sampai saat ini, aku rasa aku tidak punya musuh, atau mungkin, boleh dibilang, aku tidak pernah melihat seorangpun sebagai musuhku. "

Aku tertarik dengan pernyataannya dan kemudian kembali lagi bertanya," bagaimana jika seseorang menganggap kamu musuh ?"

Dia tersenyum dan terlihat sedikit senang," Udah kubilang tadi, dengan jauhnya aku dari keluarga dan rumah, dan dengan dikelilinginya aku oleh teman2 yang baik, yang memberiku energi2 positif, aku tak punya kekuatan untuk menganggap seseorang sebagai musuhku, kamu tau 8erz ? dulu, di kampung kelahiranku, aku sering sekali menghabiskan pikiranku untuk musuh2ku, saking seringnya, kadang musuh2 itu cuma bayanganku sendiri, ciptaanku sendiri, orangnya sendiri ngga pernah berniat apa-apa padaku. Dan itu membuatku capek. Pernah dengar pepatah --buat apa buang2 waktu untuk memikirkan musuhmu-- ? Nah, aku sangat setuju dengan pepatah itu. "

Selesai dia bicara, aku tanya lagi," eh wi, pertanyaannya kan, gimana kalau seseorang menganggap kamu musuhnya ?"

Dia tertawa, " yaa, maka aku harus berterima-kasih karena mau repot2 memikirkanku, membenciku, memusuhiku, berpikir dengan keras bagaimana menjatuhkanku, menghabiskan sebagian emosinya untukku. Aku bisa apa untuk mengatur pikiran seseorang ? Yang aku bisa cuma memastikan langkah dan sikapku agar tidak menyakiti seseorang, dan walaupun ternyata aku menyakiti seseorang, aku akan meminta maaf. fair lah "

Aku tersenyum, " Beda cinta dan benci memang tipis ", kataku.

" Totally agree ", sahutnya.